Bayi di Kandungan Bisa Cegukan ?

Cegukan yang dialami hampir semua orang mulai dari anak-anak hingga dewasa adalah hal yang biasa. Tapi bagaimana kalau janin dalam kandungan yang cegukan? Apa benar janin dalam perut sudah bisa cegukan?
Ternyata dari hasil penelitian ilmuwan ditemukan cegukan pada janin sudah terjadi sejak awal kehamilan (usia 8-9 minggu), ini jauh sebelum ibu hamil merasakan setiap gerakan janin. Cegukan ini merupakan salah satu tindakan refleks yang terjadi pada satu dari 50 bayi.
“Janin yang mengalami cegukan umumnya tidak memiliki masalah, tetapi dalam kasus yang sangat jarang ada kemungkinan hal tersebut muncul akibat adanya masalah pada janin,” ujar Michelle Murray, PhD, RNC, pengarang buku ‘Antepartal and Intrapartal Fetal monitoring: Third Edition’, seperti dikutip dari Livestrong.
Cegukan sendiri adalah gerakan spontan dari diafragma (otot yang digunakan untuk bernapas). Sedangkan pada janin ada kemungkinan cegukan dapat membantu memperkuat diafragma dalam mempersiapkan gerakan bernapas setelah lahir nanti.
Saat mengalami cegukan, tubuh janin secara keseluruhan akan melompat ke atas dan ke bawah di dalam cairan ketuban. Jika cegukan terjadi saat dilakukan pemeriksaan, maka akan terlihat melalui ultrasonografi (USG).
Penyebab cegukan pada janin umumnya sebagai reaksi refleks saat menelan atau bernapas. Namun jika frekuensi cegukannya sering atau hampir setiap hari, ada baiknya memerlukan evaluasi USG karena ada kemungkinan akibat bayi mengalami masalah dengan tali pusarnya.
Satu hal yang harus dipahami ibu hamil adalah cegukan berbeda dengan kejang janin. Jika ibu hamil merasakan adanya gerakan yang teratur, berirama atau terjadi kedutan yang intens beberapa kali maka hal ini kemungkinan janin mengalami kejang. Untuk mengetahuinya bisa dilakukan pemeriksaan USG atau electroencephalogram janin.

No comments:

Post a Comment